Pelajari cara mudah melakukan Uji Korelasi Pearson dan Spearman di SPSS lengkap dengan langkah-langkah, interpretasi hasil, dan tips analisis data penelitian.

Dalam penelitian kuantitatif, sering kali peneliti ingin mengetahui hubungan antar dua variabel. Untuk menjawab hal tersebut, metode yang paling sering digunakan adalah Uji Korelasi Pearson dan Spearman. Keduanya bisa dilakukan dengan mudah menggunakan SPSS. Artikel ini akan menjelaskan cara melakukan kedua uji tersebut beserta interpretasinya secara sederhana dan lengkap.
Uji Korelasi Pearson digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel berskala interval atau rasio yang berdistribusi normal. Sementara itu, Uji Korelasi Spearman digunakan jika data tidak berdistribusi normal atau berskala ordinal.
Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu melihat seberapa kuat dan arah hubungan antar variabel dan apakah hubungan itu positif, negatif, atau tidak ada sama sekali.
Secara sederhana, perbedaan keduanya terletak pada jenis data dan distribusinya, sebab :
Sebagai contoh, jika kamu meneliti hubungan antara pendapatan dan tingkat pendidikan, disarankan untuk menggunakan Spearman jika datanya ordinal dan Pearson jika datanya numerik.
Sebelum melakukan uji korelasi menggunakan SPSS, maka sebagai peneliti harus memastikan langkah-langkahnya terpenuhi, yaitu sebagai berikut :
Langkah ini penting agar hasil uji korelasi lebih akurat dan bisa dipertanggungjawabkan secara statistik.
Berikut tahapan yang harus dipenuhi untuk melakukan Uji Korelasi Pearson menggunakan SPSS :
Output akan menampilkan nilai Correlation Coefficient (r) dan Significance (Sig. 2-tailed).
Tahapan setelah output ditampilkan adalah menginterpretasikan hasilnya dengan cara sebagai berikut :
Langkahnya hampir sama dengan Pearson, hanya saja pada bagian opsi statistik kamu pilih Spearman. Hasil output juga menunjukkan nilai koefisien korelasi (rₛ) dan nilai signifikansi.
Hanya saja ada perbedaan dalam kriteria interpretasi pada hasil Uji Korelasi Spearman, yaitu sebagai berikut :
Misalnya, hasil uji menunjukkan nilai r = 0.720 dan Sig. = 0.001.
Hasil uji tersebut berarti bahwa, terdapat hubungan positif dan signifikan yang kuat antara dua variabel.
Sedangkan, pada contoh lain, jika rₛ = -0.430 dengan Sig. = 0.02.
Hal tersebut menunjukkan hubungan signifikan namun bersifat negatif, yaitu ketika satu variabel naik, maka variabel lainnya turun.
Berikut tips dan trik jitu dalam melakukan Uji Korelasi menggunakan software SPSS yang bisa kamu pelajari dan terapkan untuk analisis data yang akurat :
Uji ini sangat berguna dalam berbagai riset, mulai dari penelitian sosial, pendidikan, bisnis, hingga psikologi. Uji Korelasi Pearson dan Spearman di SPSS merupakan teknik dasar namun penting dalam analisis data penelitian. Dengan memahami kapan dan bagaimana menggunakan keduanya, kamu bisa memperoleh hasil analisis yang akurat dan relevan untuk menjawab hipotesis penelitianmu.
Jika kamu membutuhkan bantuan dalam pengolahan atau interpretasi hasil uji statistik, Educativa.id siap membantu sesuai dengan kebutuhanmu saat ini. Kami mempunyai beragam rekomendasi layanan sebagai berikut :

Atau buat kamu yang lebih cocok belajar mandiri dengan materi yang terstruktur dan terarah secara otodidak, bisa banget langsung mengunjungi KelasRiset.id by Educativa Indonesia. Kapan lagi kamu bisa nyobain dulu nonton Kelas Gratis SPSS untuk lihat kualitasnya yang jelas bisa bantu kamu belajar secara mandiri. Kalau bukan sekarang kapan lagi, yuk buat akun belajarmu sekarang, karena bareng KelasRiset.id kamu bakal dibimbing olah data, sampai bisa.

4 pilar Research SuperApp Educativa. Terhubung dari awal perumusan ide hingga terbit di jurnal bereputasi.
KelasRiset — 300+ materi video & pathway riset kurikulum lengkap.
EduMentor / EduResearch — bimbingan & konsultasi 1-on-1 expert.
EduStatistics / EduCourse — olah data & kursus analisis statistik.
EduPublisher — pendampingan submit & publikasi jurnal (SINTA–Scopus).