Sebelum melakukan uji statistik, dua hal penting yang wajib kamu perhatikan adalah uji normalitas dan uji homogenitas. Kenapa? Karena kedua uji ini merupakan prasyarat dasar dalam analisis statistik inferensial, terutama jika kamu menggunakan pendekatan parametrik seperti uji t, ANOVA, atau regresi linear.
Banyak penelitian gagal menghasilkan temuan yang valid hanya karena melewatkan langkah penting ini. Nah, agar kamu bisa menghindari kesalahan serupa, yuk pelajari cara mudah melakukan kedua uji ini menggunakan SPSS.
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah distribusi data mengikuti pola distribusi normal. Sedangkan uji homogenitas berfungsi untuk menguji apakah variasi atau varian dari dua atau lebih kelompok data adalah sama.
Secara sederhana, uji normalitas fokus pada distribusi data, sementara uji homogenitas fokus pada kesamaan varians antar kelompok. Keduanya penting untuk memastikan bahwa data kamu eligible menggunakan uji statistik parametrik.
Uji normalitas umumnya dilakukan pada data berskala interval atau rasio. Jika kamu menggunakan pendekatan non-parametrik, normalitas tidak wajib diuji.
Sedangkan uji homogenitas sangat diperlukan ketika kamu membandingkan dua atau lebih kelompok data, seperti dalam uji t dua sampel bebas atau ANOVA. Kalau data kamu berasal dari kelompok yang tidak sebanding, hasil analisis bisa bias dan menyesatkan.
Berikut ini adalah langkah-langkah uji normalitas menggunakan SPSS:




SPSS akan menampilkan dua uji utama: Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk.

Tips: Untuk sampel di bawah 50, gunakan Shapiro-Wilk. Untuk sampel lebih dari 50, gunakan Kolmogorov-Smirnov.
Untuk uji homogenitas, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:




Hasil akan menampilkan nilai dari Levene’s Test.

Kalau data tidak normal atau tidak homogen, jangan panik. Kamu bisa melakukan:
Langkah-langkah di atas tetap bisa dilakukan di SPSS dengan teknik yang sesuai.
Melakukan uji normalitas dan homogenitas itu bukan sekadar formalitas, tapi krusial untuk memastikan analisismu benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Kedua uji ini juga membantu meningkatkan reliabilitas dan validitas hasil penelitianmu, terutama jika kamu ingin mempublikasikan di jurnal ilmiah.
SPSS menyediakan fitur yang sangat mudah diakses untuk kedua uji ini. Jadi, jangan ragu untuk langsung hands-on.
Masih bingung bagaimana cara mengolah data skripsi dengan SPSS? Atau ingin dibimbing langsung mulai dari analisis data hingga penyusunan hasil penelitian?
Kamu bisa ikut Bootcamp Skripsi Educativa.

Di sana, kamu akan belajar step-by-step bagaimana menyusun dan menyelesaikan bagian hasil penelitian dan pembahasan apabila menggunakan SPSS, diajarkan oleh narasumber profesional dari berbagai bidang keilmuan. Cocok untuk kamu yang sedang menyusun skripsi, tesis, maupun artikel ilmiah.
Langsung saja kunjungi halaman resmi Bootcamp kami di: bit.ly/btskripsi atau klik tombol berikut untuk Konsultasi GRATIS via admin.
4 pilar Research SuperApp Educativa. Terhubung dari awal perumusan ide hingga terbit di jurnal bereputasi.
KelasRiset — 300+ materi video & pathway riset kurikulum lengkap.
EduMentor / EduResearch — bimbingan & konsultasi 1-on-1 expert.
EduStatistics / EduCourse — olah data & kursus analisis statistik.
EduPublisher — pendampingan submit & publikasi jurnal (SINTA–Scopus).