5 Langkah Mudah Uji Regresi Linear Sederhana dengan SPSS

DI
Dina Mardiyana
5 Langkah Mudah Uji Regresi Linear Sederhana dengan SPSS

SPSS merupakan salah satu software analisis data kuantitatif yang paling populer di kalangan para peneliti maupun mahasiswa di Indonesia. Salah satu pengujian data yang kerap dilakukan dengan aplikasi ini adalah uji regresi linear sederhana.

Lalu, gimana sih langkah-langkah pengujiannya? Yuk, simak penjelasan berikut untuk mengetahui 5 langkah analisis regresi linear sederhana menggunakan SPSS!

Apa itu Uji Regresi Linear Sederhana?

Seorang mahasiswa yang sedang berdiskusi dengan dosen pembimbing terkait metode uji regresi linear sederhana menggunakan Software SPSS dengan bantuan laptop, handphone, dan buku catatan.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita pahami tentang pengertian dari regresi linear sederhana dulu nih, EduPartner. Dalam dunia statistik, regresi linier sederhana adalah alat analisis yang membantu kita untuk memahami hubungan antara satu variabel independent dan satu variabel dependent. Misalnya, pengaruh lamanya bekerja (variabel independent) terhadap jumlah gaji karyawan (variabel dependent).

Syarat Kelayakan untuk Uji Regresi Linear Sederhana

Ketika akan melakukan uji regresi linear sederhana, EduPartner harus memenuhi syarat-syarat kelayakan berikut yaa:

  • Jumlah sampel yang digunakan harus sama
  • Jumlah variabel bebas atau independent variabel (X) adalah satu
  • Terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dengan variabel terikat
  • Nilai residual harus berdistribusi normal
  • Tidak terjadi gejala heteroskedastisitas
  • Tidak terjadi gejala autokorelasi untuk data time series

Langkah-langkah Uji Regresi Linear Sederhana

Langkah 1: Buka SPSS dan Pilih Open Data

Langkah awal yang dilakukan adalah membuka software SPSS, pilih menu file lalu klik “Open” dan “Data“. Pastikan data yang dipilih sesuai dengan tipe/format file data yang ingin dibuka (biasanya akan lebih mudah menggunakan format excel atau csv).

Tahap membuka data dalam SPSS dengan memilih menu File - Open - Data.
Dialog box yang muncul saat open data pada SPSS dengan menunjukkan bagian pilihan Files of type.

Pastikan pula untuk menyesuaikan bagian Measure sesuai dengan jenis data yang EduPartner miliki yaa. Dalam pengujian data yang dicontohkan dalam artikel ini, karena angka-angka yang tercantum dalam data berupa nilai sesungguhnya, maka pilih Scale.

Tampilan Variable View pada SPSS dengan menunjukkan 3 opsi pada bagian Measure yaitu Scale, Ordinal, dan Nominal.

Langkah 2: Pilih Menu Analyze dan Regression

Setelah data terbuka, pilih menu “Analyze” dan klik “Regression,” lalu pilih “Linear.”

Tahap uji regresi linear sederhana dengan cara memilih menu Analyze - Regression - Linear.

Langkah 3: Tentukan Variabel Dependent dan Independent

Selanjutnya akan muncul dialog box dan pilih variabel dependent (Y) dan variabel independent (X) sesuai dengan data penelitian yang dimiliki. Pastikan bahwa kolom dependent terisi dengan variabel terikat (Y), sedangkan kolom independent adalah variabel bebas (X).

Dialog box dalam tahapan uji regresi linear sederhana dengan SPSS ketika memasukkan variabel dependent dan independent.

Setelah itu, klik bagian “Statistics” dan beri centang (checklist) pada “Estimates“, “Model fit“, dan “Descriptives“. Apabila poin-poin yang dibutuhkan sudah diberi checklist, selanjutnya klik Continue dan OK.

Dialog box dalam tahapan uji regresi linear sederhana dengan SPSS ketika memasukkan variabel dependent dan independent serta mengisi bagian Statistics dengan mencentang kolom Estimates, Model fit, dan Descriptives.

Langkah 4: Perhatikan Hasil Output

SPSS akan memberikan output yang mencakup tabel Descriptive Statistics, Correlations, ANOVA, Coefficients, dan sebagainya. Cermati nilai p-value dan koefisien regresi untuk menilai signifikansinya.

Hasil output analisis regresi linear sederhana dengan isi tabel Descriptive Statistics, Correlations, dan Variables Entered/Removed.
Hasil output analisis regresi linear sederhana dengan isi tabel Model Summary, ANOVA, dan Coefficients.

Langkah 5: Interpretasi Hasil

Langkah terakhir adalah menginterpretasi hasil (output) regresi linier sederhana. Koefisien regresi menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent. Nilai p-value yang rendah menunjukkan signifikansi hubungan tersebut.

  • Jika p-value < tingkat signifikansi (biasanya 0,05), berarti menolak H0 dan menyatakan bahwa hubungan antar variabel signifikan.
  • Jika p-value ≥ tingkat signifikansi, menerima H0 dan tidak dapat menyimpulkan adanya hubungan yang signifikan.

Rumus persamaan regresi linear sederhana secara umum adalah Y = a + bX. Berdasarkan hasil yang tercantumkan pada tabel Coefficients, didapatkan model persamaan regresi linear sederhana sebagai berikut:

Y (Jumlah Gaji) = 25792.20 + 9449.962X.

Hal ini mengartikan bahwa lamanya bekerja berpengaruh positif terhadap jumlah gaji karyawan, sehingga apabila karyawan semakin lama dalam bekerja, maka jumlah gaji yang akan didapatkan juga semakin meningkat.

Sudah siap melakukan uji regresi linear sederhana dengan SPSS?

Gimana nih, EduPartner? Melakukan uji regresi linear sederhana dengan SPSS bukan hal yang sulit kan? Nah, lima langkah di atas perlu EduPartner lakukan dengan runtut untuk melakukan uji regresi linear sederhana di SPSS.

Dengan mengikuti kelima langkah mudah tersebut, EduPartner dapat menganalisis hubungan antara variabel independent dan dependent dalam data penelitian. Jangan lupa, pastikan bahwa syarat-syarat kelayakan terpenuhi sebelum melangkah ke analisis lebih lanjut. Selamat meneliti, EduPartner!


Mau belajar analisis data dengan SPSS DARI NOL?

Poster berisi iklan layanan EduCourse atau kursus analisis data dari Educativa Indonesia yang memiliki warna latar belakang hijau tosca dengan dilengkapi gambar seorang laki-laki berjas abu-abu yang sedang memainkan laptop.

Kamu ingin kursus analisis data dari nol dengan software apapun yang kamu mau? Yuk ikuti Program EduCourse dari Educativa!

EduCourse adalah program kelas online eksklusif dari Educativa.id – Kursus Analisis Data No. 1 di Indonesia. Bersama dengan para expert yang merupakan praktisi berpengalaman, profesor/dosen, dan profesional di bidang Statistik dan Informatika, kami siap membimbing pembelajaran analisis datamu dari awal sampai jadi ahli!

Kursus bisa untuk beragam software seperti Microsoft Excel, SPSS, AMOS, SmartPLS, Eviews, Stata, RStudio, Python, Tableau, dan banyak lagi loh!

Jadi, sudah siap mengasah skill analisis datamu? Yuk DAFTAR sekarang juga! Dapatkan promo HEBOH hingga 75%!

Klik tombol di bawah ini untuk konsultasi dengan Admin kami sesuai kebutuhanmu. Gratis!

Artikel Terkait Lainnya

Malas Nugas? Teknik Pomodoro ini Bikin Skripsi Cepat Kelar!

Menjaga Fokus dengan Teknik Pomodoro Menjaga konsentrasi saat menyusun riset akademik memang susahnya minta ampun tanpa pengaplikasian teknik pomodoro. Faktanya, kita sering kehilangan fokus akibat dering notifikasi handphone saat asyik membaca literatur kampus. Akibatnya, progres pengerjaan analisis melambat dan target deadline pun meleset jauh. Oleh karena itu, siklus kehilangan fokus ini jelas membuat jadwal kelulusan skripsi makin molor. Kamu mungkin sudah menjajal aneka trik produktivitas, tetapi hasilnya sering kali masih nihil. Padahal, ritme kerja yang konsisten merupakan kunci utama agar kita bisa cepat lulus. Kini, ada satu metode time management andalan yang wajib banget kamu coba. Banyak orang mengenal jurus ini sebagai praktik manajemen waktu yang sudah terbukti luar biasa ampuh. Mari kita bedah tuntas cara kerja trik pengaturan jadwal ini agar skripsimu lekas rampung. Apa Itu Teknik Pomodoro? Sejarah Singkat Teknik Pomodoro Pada dasarnya, teknik pomodoro merupakan sistem manajemen waktu populer dari era delapan puluhan. Menariknya, seorang mahasiswa bernama Francesco Cirillo menciptakan konsep cemerlang ini karena ia juga sering kehilangan fokus. Ia merasa gelisah karena selalu membuang waktu belajarnya secara sia-sia. Selanjutnya, istilah pomodoro sendiri berasal dari kosakata bahasa Italia yang berarti buah tomat. Sang penemu ide menggunakan timer dapur berbentuk tomat saat sedang belajar. Untuk wawasan sejarah lebih […]

HRD Ogah Sama Si Kaku! 3 Solusi Gen Z Wawancara Kerja

Ironi Si Jago Kerja Saat Seleksi Menariknya, dunia profesional saat ini menyoroti fenomena gen z wawancara kerja yang cukup unik di lapangan. Faktanya, generasi masa kini sangat mahir bekerja, tetapi mereka sering mendadak gagap saat tahap seleksi. Oleh karena itu, para recruiter perusahaan sering mengeluhkan kondisi ironis dari pelamar muda ini. Secara teknis, kemampuan operasional kamu mungkin sangat luar biasa dan melampaui pelamar lainnya. Namun, kamu sering merasa lidah mendadak kelu dan otak menjadi kosong saat menatap penguji. Akibatnya, kegagalan saat sesi interview ini jelas sangat menghambat laju karir impianmu. Maka dari itu, kita harus segera mencari akar permasalahan dari fenomena karir unik ini. Selanjutnya, tulisan ini membedah tuntas alasan kandidat muda kerap tersandung pada tahap awal seleksi. Mari pelajari solusinya agar kamu sukses menembus gerbang perusahaan idaman dengan rasa percaya diri. Mengapa Gen Z Wawancara Kerja Sering Gagal? Dampak Kurangnya Interaksi Tatap Muka Sebagai seorang digital native, pemuda masa kini tumbuh besar bersama dominasi layar ponsel pintar. Faktanya, mereka lebih sering membangun interaksi komunikasi melalui ketikan teks atau pesan suara. Hal ini secara otomatis menumpulkan kemampuan komunikasi verbal mereka saat bertatap muka secara langsung. Selanjutnya, kamu wajib merespons berbagai pertanyaan rumit secara kilat saat memasuki ruang seleksi. Sayangnya, kita […]

AI untuk Analisis Data: Cara Lulus Cepat Tanpa Plagiarisme

Kehadiran AI untuk Analisis Data dalam Riset Faktanya, kehadiran artificial intelligence kini sukses mengubah kebiasaan mahasiswa saat menyusun riset akademik. Banyak mahasiswa mulai aktif mengoperasikan ai untuk analisis data secara harian. Sayangnya, mereka sering kali mengabaikan tanggung jawab moral saat memakai teknologi mutakhir tersebut. Tentu saja, kita sangat menginginkan naskah skripsi selesai jauh lebih cepat dari target. Namun, banyak mahasiswa belum menyadari batasan etika dalam penggunaan teknologi pintar tersebut. Padahal, pelanggaran etika penelitian pasti membuat dosen pembimbing menolak hasil risetmu mentah-mentah. Oleh karena itu, kamu wajib memahami cara mengoperasikan kecerdasan buatan secara aman dan etis. Selanjutnya, tulisan ini memandu kamu memakai ai untuk analisis data tanpa menabrak aturan baku kampus. Mari pelajari batasannya agar kamu senantiasa menjaga mutu penelitian dan validitasnya. Batasan Penggunaan AI untuk Analisis Data AI Sebagai Asisten, Bukan Pengganti Pada dasarnya, peran utama kecerdasan buatan murni berfungsi sebagai asisten digital saja. Kita sama sekali tidak boleh menyerahkan seluruh proses penghitungan kepada mesin. Sebaliknya, kamu harus selalu menjadi nakhoda utama yang mengambil setiap keputusan analitis. Menariknya, mesin canggih ini memang sangat jago merapikan dataset yang berantakan. Algoritmanya juga bekerja super kilat saat mendeteksi anomali pada deretan angka. Meskipun demikian, kewajiban memahami konteks penelitian secara mendalam tetap menjadi tugas […]
Ecosystem Map

Start Here — Pilih Jalur Risetmu

4 pilar Research SuperApp Educativa. Terhubung dari awal perumusan ide hingga terbit di jurnal bereputasi.

Learn

KelasRiset — 300+ materi video & pathway riset kurikulum lengkap.

Pelajari selengkapnya

Consult

EduMentor / EduResearch — bimbingan & konsultasi 1-on-1 expert.

Pelajari selengkapnya

Execute

EduStatistics / EduCourse — olah data & kursus analisis statistik.

Pelajari selengkapnya

Publish

EduPublisher — pendampingan submit & publikasi jurnal (SINTA–Scopus).

Pelajari selengkapnya
Lagi stuck di bagian ini?
Judul / Topik Riset Penyusunan Bab 1-3 Olah Data Statistik Publikasi Jurnal Ilmiah