4 Jenis Data Statistik Berdasarkan Skala Pengukurannya: Mahasiswa Wajib Tau!

AD
Admin Educativa
4 Jenis Data Statistik Berdasarkan Skala Pengukurannya: Mahasiswa Wajib Tau!

Di dunia statistik dan sains data, jenis data adalah konsep yang sangat penting. Dengan memahami jenis-jenis data statistik, kita bisa menentukan variabel dengan tepat dan menyimpulkan hasil perhitungan statistik dengan akurat.

Jenis data statistik terbagi menjadi beberapa macam yang dilihat dari berbagai sisi. Jenis data statistik berdasarkan sifatnya dibagi menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.

Selain itu, ada pula jenis data statistik yang dilihat berdasarkan skala pengukurannya. Macam dan jenis data statistik berdasarkan skala pengukurannya ada 4, yaitu skala nominal, skala ordinal, interval dan rasio.

Beberapa jenis data tersebut penting untuk diketahui sebelum melakukan proses analisis data, karena ada beberapa pengukuran statistik yang hanya bisa digunakan untuk jenis data tertentu.

Di samping itu, keuntungan lain dari mengenali jenis data statistik juga berguna untuk penelitian, khususnya bagi para mahasiswa yang hendak mengerjakan skripsi atau tesisnya, dan dalam tahap awal menentukan metode analisis datanya.

Dengan mengetahui jenis data, hal ini akan memudahkan memilih metode statistik yang akan digunakan dalam proses pengolahan data.

Nah, untuk mengetahui lebih dalam terkait jenis data statistik khususnya ditinjau berdasarkan skala pengukurannya, yuk, simak artikel berikut sampai akhir!

Kenali Berbagai Jenis Data Berdasarkan Skala Pengukurannya

Jenis Data Statistik 1: Data Nominal

Data nominal adalah data dengan skala pengukuran yang paling sederhana, yang hanya digunakan sebagai kategori untuk membedakan.

Penomoran dalam data nominal tidak melambangkan kedudukan atau tingkatan tertentu, angka dalam data nominal tidak memiliki makna sistematis. Artinya, nomor yang diberikan hanya sebagai label atau kode saja.

Contoh data nominal:

a) Data jenis kelamin: Laki-laki (diberi kode 1), dan Perempuan (diberi kode 2).

b) Data jenis pekerjaan: Pelajar/Mahasiswa (kode 1), Wiraswasta (kode 2), Karyawan Swasta (kode 3), PNS (kode 4), dan Pekerja Lepas (kode 5).

Jenis Data Statistik 2: Data Ordinal

Data ordinal adalah data yang penomorannya disusun berdasarkan ranking untuk kelompok tertentu. Data ini dapat diurutkan berdasarkan urutan yang logis dan sesuai, baik itu dari terendah ke tertinggi atau sebaliknya.

Contoh data ordinal:

a) Data pengetahuan masyarakat tentang Covid-19: 1 = kurang, 2 = cukup, 3 = baik, 4 = sangat baik.

b) Data pendapat masyarakat tentang sebuah fenomena: 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = cukup setuju, 4 = sangat setuju.

c) Data tingkat pendidikan responden: 1 = SD, 2 = SMP, 3 = SMA, 4 = Perguruan Tinggi.

Dalam semua contoh di atas, penomoran atau kode yang diberikan harus diurutkan seperti itu, misalnya untuk contoh ketiga urutannya kode 1 terendah dan 4 tertinggi, dikarenakan SD tingkatannya lebih rendah dari SMP, SMA, dan seterusnya. Namun, perlu diketahui bahwa hal ini merupakan penomoran atau simbol saja, tidak dapat dilakukan operasi matematika.

Jenis Data Statistik 3: Data Interval

Data interval yaitu data kontinu yang objeknya dapat diurutkan dengan perbedaan yang sama, dan nilainya bisa negatif. Data interval ini termasuk dari bagian data kontinu.

Perlu diketahui pula bahwa data interval ini tidak memiliki nilai nol mutlak, artinya jika atribut tersebut memiliki nilai nol maka atribut itu ada nilainya (angka 0 tetap dianggap sebagai data).

Contoh data interval:

a) Data suhu ruangan (bisa minus): Jika suhu bernilai 0 derajat celcius bukan berarti tidak ada suhunya, akan tetapi suhu bernilai 0 derajat berarti lebih rendah dari 1 derajat celcius.

b) Data tingkat pendapatan: >=1 juta, 1-2 juta, 2-3 juta, >3 juta, dan seterusnya.

Jenis Data Statistik 4: Data Rasio

Data rasio memiliki skala pengukuran dengan tingkat kualitas data paling tinggi, karena data rasio menggabungkan semua karakteristik dari jenis data lainnya.

Hampir sama dengan data interval, data rasio juga merupakan bagian dari data kontinu. Namun perbedaannya jika pada data interval tidak memiliki nilai nol mutlak, maka pada data rasio memiliki nilai nol mutlak.

Apa arti nilai nol mutlak?

Nilai nol mutlak berarti nilai yang tidak akan berubah meskipun skalanya berubah. Jadi, misal kita menngukur suatu variabel data rasio dan mendapatkan data bernilai nol (misalnya, berat badan dalam kg), maka nilai tersebut akan selalu nol walaupun skala pengukurannya berubah menjadi gram, miligram dll, pasti hasilnya akan selalu nol. Inilah yang disebut nilai nol mutlak.

Contoh data rasio:

a) Data berat benda

b) Data tinggi badan

c) Data umur/usia

d) Data kadar oksigen, dll.


Butuh bantuan olah data?

Jasa olah data statistik. Jasa olah data penelitian. Jasa olah data SPSS, AMOS, Eviews, Matlab, SmartPLS, Stata, RStudio, Python, Lisrel, dll. Jasa olah data kualitatif. Jasa analisis kualitatif dengan Nvivo. Jasa kursus software statistik. Jasa kursus statistik. Jasa pelatihan statistik. Jasa pelatihan online statistik. Jasa olah data Jogja. Jenis data statistik berdasarkan skala pengukurannya.

Kamu butuh bantuan mengolah data menggunakan software SPSS, AMOS, Eviews, Stata, SmartPLS, atau software lainnya? Atau mau konsultasi tentang data penelitianmu? Bisa banget yuk konsultasikan dengan Educativa!

Jenis data apapun, metode apapun, Educativa siap memberikan solusi!

Kami melayani pengolahan data statistika dengan berbagai software statistik, dengan layanan profesional yang memuaskan dan terjangkau untuk kantong mahasiswa. Klik tombol di bawah ini untuk konsultasi langsung dengan Admin kami ya!

Artikel Terkait Lainnya

Malas Nugas? Teknik Pomodoro ini Bikin Skripsi Cepat Kelar!

Menjaga Fokus dengan Teknik Pomodoro Menjaga konsentrasi saat menyusun riset akademik memang susahnya minta ampun tanpa pengaplikasian teknik pomodoro. Faktanya, kita sering kehilangan fokus akibat dering notifikasi handphone saat asyik membaca literatur kampus. Akibatnya, progres pengerjaan analisis melambat dan target deadline pun meleset jauh. Oleh karena itu, siklus kehilangan fokus ini jelas membuat jadwal kelulusan skripsi makin molor. Kamu mungkin sudah menjajal aneka trik produktivitas, tetapi hasilnya sering kali masih nihil. Padahal, ritme kerja yang konsisten merupakan kunci utama agar kita bisa cepat lulus. Kini, ada satu metode time management andalan yang wajib banget kamu coba. Banyak orang mengenal jurus ini sebagai praktik manajemen waktu yang sudah terbukti luar biasa ampuh. Mari kita bedah tuntas cara kerja trik pengaturan jadwal ini agar skripsimu lekas rampung. Apa Itu Teknik Pomodoro? Sejarah Singkat Teknik Pomodoro Pada dasarnya, teknik pomodoro merupakan sistem manajemen waktu populer dari era delapan puluhan. Menariknya, seorang mahasiswa bernama Francesco Cirillo menciptakan konsep cemerlang ini karena ia juga sering kehilangan fokus. Ia merasa gelisah karena selalu membuang waktu belajarnya secara sia-sia. Selanjutnya, istilah pomodoro sendiri berasal dari kosakata bahasa Italia yang berarti buah tomat. Sang penemu ide menggunakan timer dapur berbentuk tomat saat sedang belajar. Untuk wawasan sejarah lebih […]

HRD Ogah Sama Si Kaku! 3 Solusi Gen Z Wawancara Kerja

Ironi Si Jago Kerja Saat Seleksi Menariknya, dunia profesional saat ini menyoroti fenomena gen z wawancara kerja yang cukup unik di lapangan. Faktanya, generasi masa kini sangat mahir bekerja, tetapi mereka sering mendadak gagap saat tahap seleksi. Oleh karena itu, para recruiter perusahaan sering mengeluhkan kondisi ironis dari pelamar muda ini. Secara teknis, kemampuan operasional kamu mungkin sangat luar biasa dan melampaui pelamar lainnya. Namun, kamu sering merasa lidah mendadak kelu dan otak menjadi kosong saat menatap penguji. Akibatnya, kegagalan saat sesi interview ini jelas sangat menghambat laju karir impianmu. Maka dari itu, kita harus segera mencari akar permasalahan dari fenomena karir unik ini. Selanjutnya, tulisan ini membedah tuntas alasan kandidat muda kerap tersandung pada tahap awal seleksi. Mari pelajari solusinya agar kamu sukses menembus gerbang perusahaan idaman dengan rasa percaya diri. Mengapa Gen Z Wawancara Kerja Sering Gagal? Dampak Kurangnya Interaksi Tatap Muka Sebagai seorang digital native, pemuda masa kini tumbuh besar bersama dominasi layar ponsel pintar. Faktanya, mereka lebih sering membangun interaksi komunikasi melalui ketikan teks atau pesan suara. Hal ini secara otomatis menumpulkan kemampuan komunikasi verbal mereka saat bertatap muka secara langsung. Selanjutnya, kamu wajib merespons berbagai pertanyaan rumit secara kilat saat memasuki ruang seleksi. Sayangnya, kita […]

AI untuk Analisis Data: Cara Lulus Cepat Tanpa Plagiarisme

Kehadiran AI untuk Analisis Data dalam Riset Faktanya, kehadiran artificial intelligence kini sukses mengubah kebiasaan mahasiswa saat menyusun riset akademik. Banyak mahasiswa mulai aktif mengoperasikan ai untuk analisis data secara harian. Sayangnya, mereka sering kali mengabaikan tanggung jawab moral saat memakai teknologi mutakhir tersebut. Tentu saja, kita sangat menginginkan naskah skripsi selesai jauh lebih cepat dari target. Namun, banyak mahasiswa belum menyadari batasan etika dalam penggunaan teknologi pintar tersebut. Padahal, pelanggaran etika penelitian pasti membuat dosen pembimbing menolak hasil risetmu mentah-mentah. Oleh karena itu, kamu wajib memahami cara mengoperasikan kecerdasan buatan secara aman dan etis. Selanjutnya, tulisan ini memandu kamu memakai ai untuk analisis data tanpa menabrak aturan baku kampus. Mari pelajari batasannya agar kamu senantiasa menjaga mutu penelitian dan validitasnya. Batasan Penggunaan AI untuk Analisis Data AI Sebagai Asisten, Bukan Pengganti Pada dasarnya, peran utama kecerdasan buatan murni berfungsi sebagai asisten digital saja. Kita sama sekali tidak boleh menyerahkan seluruh proses penghitungan kepada mesin. Sebaliknya, kamu harus selalu menjadi nakhoda utama yang mengambil setiap keputusan analitis. Menariknya, mesin canggih ini memang sangat jago merapikan dataset yang berantakan. Algoritmanya juga bekerja super kilat saat mendeteksi anomali pada deretan angka. Meskipun demikian, kewajiban memahami konteks penelitian secara mendalam tetap menjadi tugas […]
Ecosystem Map

Start Here — Pilih Jalur Risetmu

4 pilar Research SuperApp Educativa. Terhubung dari awal perumusan ide hingga terbit di jurnal bereputasi.

Learn

KelasRiset — 300+ materi video & pathway riset kurikulum lengkap.

Pelajari selengkapnya

Consult

EduMentor / EduResearch — bimbingan & konsultasi 1-on-1 expert.

Pelajari selengkapnya

Execute

EduStatistics / EduCourse — olah data & kursus analisis statistik.

Pelajari selengkapnya

Publish

EduPublisher — pendampingan submit & publikasi jurnal (SINTA–Scopus).

Pelajari selengkapnya
Lagi stuck di bagian ini?
Judul / Topik Riset Penyusunan Bab 1-3 Olah Data Statistik Publikasi Jurnal Ilmiah