Statistik Parametrik VS Non-Parametrik, Kamu Tim yang Mana?

AD
Admin Educativa
Statistik Parametrik VS Non-Parametrik, Kamu Tim yang Mana?

Saat pengerjaan tugas akhir maupun mengerjakan penelitian, umumnya kamu akan menggunakan statistik untuk menyajikan dan mengolah data pada bab 4 penelitian. Statistik mana yang akan kamu gunakan dalam pengolahan dan pengambilan keputusan dari sebuah data sampel? 

Dalam konsep dasar umum, statistik terbagi menjadi dua cabang, yaitu deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif adalah penggambaran data yang kamu miliki secara murni apa adanya. Pada beberapa kasus terdapat informasi tambahan di dalam statistik deskriptif ini.

Statistik deskriptif dapat berbentuk penyajian (tabel atau grafik) maupun ukuran statistik, sedangkan statistik inferensial adalah langkah lanjutan dari statistik deskriptif, yaitu pijakan dalam membuat keputusan. Analisis statistik inferensial mengandung hipotesis yang berguna untuk menarik kesimpulan data populasi dari sampel peneliti. Statistik inferensial terbagi jadi dua, yaitu parametrik dan non-parametrik.

Parametrik dan Non-Parametrik

Terdapat perdebatan dalam penggunaan kedua statistik ini, untuk penggunaan parametrik biasanya digunakan suatu distribusi tertentu, namun tidak harus normal. Umumnya memang yang digunakan adalah distribusi normal (datamu harus diuji terlebih dahulu). Jika datamu normal atau distribusinya jelas, maka statistik yang akan kamu gunakan adalah parametrik. Berikut contoh data normal;

Data Berdistribusi Normal
Sumber: Webinar Educativa

Statistik non-parametrik dapat kamu gunakan jika distribusi datamu tidak diperhitungkan dan tidak diuji, bentuk data tidak jelas atau datanya sedikit. Hal ini biasa disebut dengan sebaran bebas atau distribusi bebas (bentuk distribusi datanya tidak jelas). Berikut contoh:

Ketika masuk dalam proses perhitungan asli, saat penurunan rumus, statistik non-parametrik ini membutuhkan usaha yang lebih besar dalam pengerjaannya. Oleh sebab itu, para mahasiswa lebih menyukai dan mengusahakan agar datanya diolah dengan statistika parametrik, dan umumnya data tersebut besar.

Tolak Ukur dalam Statistik Sebuah Data Masuk Kategori Besar

Sebelum membahas lebih jauh terkait syarat penggunaan statistik parametrik dan non-parametrik,  kamu harus tahu terlebih dahulu tentang apa yang dimaksud dengan data besar. Bagaimana ukuran sebuah data dikategorikan besar? Hal ini masih menjadi perdebatan hingga saat ini. 

Apakah 50 data sampel sudah bisa dikategorikan besar? Bisa dikatakan besar jika populasinya adalah 70, karena 50 merepresentasikan lebih dari 80% populasi. Sebaliknya, jika data sampel yang dimiliki adalah 100.000, bisa jadi data ini kecil. Dikategorikan kecil jika populasinya adalah 1.000.000, karena 100.000 hanya merepresentasikan sepersepuluh dari 1.000.000 populasi.

Pahami Mazhab Statistik Dosen Pembimbingmu!

Jika kamu memiliki data besar dan ingin melakukan uji beda atau komparasi, sebaiknya kamu bertanya pada ahlinya atau dosen pembimbing (dospem) terlebih dahulu. Mazhab atau sekte mana yang dianut oleh dospemmu?

Mazhab Pertama

Pada umumnya, terdapat dua mazhab dospem, pertama dospem yang melihat suatu data tidak normal, namun tetap mengarahkan kamu untuk menggunakan statistik parametrik. Dosen dengan mazhab ini akan berkata, “Sudah, kamu pakai saja uji anova atau T, karena kan datamu ada 60.” 

Biasanya dospem dengan madzhab ini menggunakan teori CLT (Central Limit Theorem), yang mana jika datanya besar atau biasa disebut dengan N>30 maka data tersebut dianggap mendekati normal. Walaupun bukan sama persis, namun tetap dianggap mendekati distribusi normal dan dospem akan menganjurkan penggunaan statistik parametrik, walau hasil uji data tidak normal.

Beberapa teaser atau percobaan juga turut menguatkan penggunaan statistika parametrik dalam kondisi ini. Teaser ini menentukan jika data lebih dari 30 maka distribusi T sudah sama nilainya dengan distribusi Z. 

Jika kamu memperhatikan buku-buku terdahulu, biasanya pada bagian belakang terdapat tabel. Dalam tabel tersebut ketika nilai N sudah 25 maka selanjutnya akan diletakkan infinity, yang artinya nilai ini T sama dengan nilai Z. Biasanya cara ini digunakan peneliti atau dospem zaman awal.

Mazhab Kedua

Berbeda dengan penggunaan infinity dan teori CLT tersebut, Madzhab dosen lainnya tidak sependapat. Hal ini didasari argumen bahwa sebanyak apapun data pasti dapat dihitung, teori ini banyak digunakan oleh peneliti dan dospem di zaman ini. 

Beberapa dosen yang memegang prinsip ini biasanya tidak membolehkan kamu menggunakan statistika parametrik walaupun datanya banyak, seperti berjumlah satu juta sampel. Dosen madzhab ini selalu menganjurkan mahasiswa untuk menggunakan alternatif lain, yaitu non-parametrik, karena mereka berpegang pada argumen bahwa distribusi yang diuji tetap memiliki syarat. Syaratnya adalah pakar data harus normal, jika tidak normal maka gunakanlah non-parametrik.

Jika kamu ragu mazhab mana yang digunakan dospemmu, kamu bisa order jasa olah data di Educativa. Kamu bisa request jika datamu tidak normal, kamu bisa minta untuk pengolahan data menggunakan anova (parametrik), dan juga dibuatkan alternatif lainya seperti kruskal-wallis (non-parametrik) sebagai cadangan jika dosenmu bukanlah Madzhab CLT. Jadi, ketika maju bimbingan, dospemmu tinggal memilih ingin menggunakan Mazhab CLT atau Madzhab semua data bisa dihitung.

Yuk, konsultasi gratis di Educativa! Kami siap membantumu!

Artikel Terkait Lainnya

Malas Nugas? Teknik Pomodoro ini Bikin Skripsi Cepat Kelar!

Menjaga Fokus dengan Teknik Pomodoro Menjaga konsentrasi saat menyusun riset akademik memang susahnya minta ampun tanpa pengaplikasian teknik pomodoro. Faktanya, kita sering kehilangan fokus akibat dering notifikasi handphone saat asyik membaca literatur kampus. Akibatnya, progres pengerjaan analisis melambat dan target deadline pun meleset jauh. Oleh karena itu, siklus kehilangan fokus ini jelas membuat jadwal kelulusan skripsi makin molor. Kamu mungkin sudah menjajal aneka trik produktivitas, tetapi hasilnya sering kali masih nihil. Padahal, ritme kerja yang konsisten merupakan kunci utama agar kita bisa cepat lulus. Kini, ada satu metode time management andalan yang wajib banget kamu coba. Banyak orang mengenal jurus ini sebagai praktik manajemen waktu yang sudah terbukti luar biasa ampuh. Mari kita bedah tuntas cara kerja trik pengaturan jadwal ini agar skripsimu lekas rampung. Apa Itu Teknik Pomodoro? Sejarah Singkat Teknik Pomodoro Pada dasarnya, teknik pomodoro merupakan sistem manajemen waktu populer dari era delapan puluhan. Menariknya, seorang mahasiswa bernama Francesco Cirillo menciptakan konsep cemerlang ini karena ia juga sering kehilangan fokus. Ia merasa gelisah karena selalu membuang waktu belajarnya secara sia-sia. Selanjutnya, istilah pomodoro sendiri berasal dari kosakata bahasa Italia yang berarti buah tomat. Sang penemu ide menggunakan timer dapur berbentuk tomat saat sedang belajar. Untuk wawasan sejarah lebih […]

HRD Ogah Sama Si Kaku! 3 Solusi Gen Z Wawancara Kerja

Ironi Si Jago Kerja Saat Seleksi Menariknya, dunia profesional saat ini menyoroti fenomena gen z wawancara kerja yang cukup unik di lapangan. Faktanya, generasi masa kini sangat mahir bekerja, tetapi mereka sering mendadak gagap saat tahap seleksi. Oleh karena itu, para recruiter perusahaan sering mengeluhkan kondisi ironis dari pelamar muda ini. Secara teknis, kemampuan operasional kamu mungkin sangat luar biasa dan melampaui pelamar lainnya. Namun, kamu sering merasa lidah mendadak kelu dan otak menjadi kosong saat menatap penguji. Akibatnya, kegagalan saat sesi interview ini jelas sangat menghambat laju karir impianmu. Maka dari itu, kita harus segera mencari akar permasalahan dari fenomena karir unik ini. Selanjutnya, tulisan ini membedah tuntas alasan kandidat muda kerap tersandung pada tahap awal seleksi. Mari pelajari solusinya agar kamu sukses menembus gerbang perusahaan idaman dengan rasa percaya diri. Mengapa Gen Z Wawancara Kerja Sering Gagal? Dampak Kurangnya Interaksi Tatap Muka Sebagai seorang digital native, pemuda masa kini tumbuh besar bersama dominasi layar ponsel pintar. Faktanya, mereka lebih sering membangun interaksi komunikasi melalui ketikan teks atau pesan suara. Hal ini secara otomatis menumpulkan kemampuan komunikasi verbal mereka saat bertatap muka secara langsung. Selanjutnya, kamu wajib merespons berbagai pertanyaan rumit secara kilat saat memasuki ruang seleksi. Sayangnya, kita […]

AI untuk Analisis Data: Cara Lulus Cepat Tanpa Plagiarisme

Kehadiran AI untuk Analisis Data dalam Riset Faktanya, kehadiran artificial intelligence kini sukses mengubah kebiasaan mahasiswa saat menyusun riset akademik. Banyak mahasiswa mulai aktif mengoperasikan ai untuk analisis data secara harian. Sayangnya, mereka sering kali mengabaikan tanggung jawab moral saat memakai teknologi mutakhir tersebut. Tentu saja, kita sangat menginginkan naskah skripsi selesai jauh lebih cepat dari target. Namun, banyak mahasiswa belum menyadari batasan etika dalam penggunaan teknologi pintar tersebut. Padahal, pelanggaran etika penelitian pasti membuat dosen pembimbing menolak hasil risetmu mentah-mentah. Oleh karena itu, kamu wajib memahami cara mengoperasikan kecerdasan buatan secara aman dan etis. Selanjutnya, tulisan ini memandu kamu memakai ai untuk analisis data tanpa menabrak aturan baku kampus. Mari pelajari batasannya agar kamu senantiasa menjaga mutu penelitian dan validitasnya. Batasan Penggunaan AI untuk Analisis Data AI Sebagai Asisten, Bukan Pengganti Pada dasarnya, peran utama kecerdasan buatan murni berfungsi sebagai asisten digital saja. Kita sama sekali tidak boleh menyerahkan seluruh proses penghitungan kepada mesin. Sebaliknya, kamu harus selalu menjadi nakhoda utama yang mengambil setiap keputusan analitis. Menariknya, mesin canggih ini memang sangat jago merapikan dataset yang berantakan. Algoritmanya juga bekerja super kilat saat mendeteksi anomali pada deretan angka. Meskipun demikian, kewajiban memahami konteks penelitian secara mendalam tetap menjadi tugas […]
Ecosystem Map

Start Here — Pilih Jalur Risetmu

4 pilar Research SuperApp Educativa. Terhubung dari awal perumusan ide hingga terbit di jurnal bereputasi.

Learn

KelasRiset — 300+ materi video & pathway riset kurikulum lengkap.

Pelajari selengkapnya

Consult

EduMentor / EduResearch — bimbingan & konsultasi 1-on-1 expert.

Pelajari selengkapnya

Execute

EduStatistics / EduCourse — olah data & kursus analisis statistik.

Pelajari selengkapnya

Publish

EduPublisher — pendampingan submit & publikasi jurnal (SINTA–Scopus).

Pelajari selengkapnya
Lagi stuck di bagian ini?
Judul / Topik Riset Penyusunan Bab 1-3 Olah Data Statistik Publikasi Jurnal Ilmiah