Tips Agar Editor Jurnal Internasional Melirik Artikelmu

AD
Admin Educativa
Tips Agar Editor Jurnal Internasional Melirik Artikelmu

Kamu pernah submit artikel ke jurnal internasional, tapi nggak ada kabar dari editor sampai berbulan-bulan? Wah, bisa jadi artikelmu emang “gak dilirik” sama editor karena beberapa hal.

Ketika men-submit artikel di sebuah jurnal, cobalah kamu berpikir bukan dari perspektif penulis, melainkan dari perspektif editor, pengelola jurnal, reviewers dan dari sisi general sebagai readers. Jika kamu menggunakan sudut pandang tersebut, maka ada beberapa aspek yang akan terlihat:

1. Cakupan Keilmuan Artikel Sesuai dengan Fokus dan Scope Jurnal

Editor memiliki harapan bahwa sebelum menulis artikel, kamu telah mengetahui jurnal yang dituju. Sebaiknya kamu memahami secara konkrit tentang keilmuan yang dinaungi jurnal yang dituju, sehingga dapat menyesuaikan isi dan pola artikel yang akan kamu ditulis.

Bagaimana jika artikelmu berangkat dari masalah akademik? Memang artikel dapat terformulasi dengan baik jika berasal dari penelitian yang baik. Di dalamnya terdapat masalah akademik, data dan temuan yang konstributif. Ketika artikel berangkat dari masalah akademik, otomatis artikel tersebut sudah jelas terkait masalah yang diangkat dan bidang keilmuan yang dinaungi oleh laporan penelitian tersebut.

Jika konteksnya seperti ini, maka kamu harus melakukan penyesuaian terhadap apa yang diinginkan oleh jurnal yang dituju. Penyesuain tersebut dilakukan pada penempatan fokus keilmuan, irisan hasil penelitian dengan fokus dan scope jurnal, judul, dll.

Modifikasi ini dilakukan agar kepentingan konkrit laporan penelitianmu sesuai dengan cakupan keilmuan dari jurnal yang dituju. Cakupan keilmuan suatu jurnal menjadi unsur utama yang harus kamu pahami, agar tidak salah mengirim artikel dan merugi dari sisi waktu.

2. Orisinalitas atau Novelty yang Ditampakkan Pada Judul, Abstrak dan Pendahuluan

Editor menerima artikel yang disubmit melalui OJS (Open Journal Systems), di mana judul dan abstrak terpisah dari artikelnya. Kamu sebaiknya menuliskan orisinalitas atau kebaruan pada judul, agar editor sebagai pembaca dapat langsung mengetahuinya.

Selain sisi orisinalitas yang ditampakkan pada judul dalam bentuk kata kunci, ada pula kata kunci spesifik yang sesuai dengan fokus dan scope jurnal yang harus kamu tampakkan pada judul. Pada langkah selanjutnya, orisinalitas atau kebaruan selain ditampakkan pada judul secara eksplisit, juga dijelaskan secara singkat pada abstrak dan secara mendetail pada pendahuluan.

3. Aspirasi Wawasan Internasional

Dalam menulis suatu artikel yang ditujukan pada jurnal internasional pasti akan berhadapan dengan bagaimana mengangkat isu-isu yang bersifat lokal dan sangat spesifik, menjadi pembahasan ranah internasional. Hal ini membutuhkan kecerdasan dan kepiawaian dalam memilih kata, menjadikan informasi yang bersifat lokal dan spesifik menjadi terkoneksi dengan tema atau bahasan dunia internasional.

Contohnya ketika membahas penafsiran ayat-ayat pada kitab suci agar terkoneksi dengan pembaca internasional, kamu dapat mengaitkannya dengan isu-isu gender. Pembahasan ayat-ayat pada kitab suci dan mengaitkannya dengan isu-isu gender ini harus dikemas sedemikian rupa agar menjadi aspirasi wawasan internasional yang dapat masuk dalam fokus dan scope jurnal tujuan.

Mahasiswa Sedang Mengerjakan Tugas di Perpustakaan

4. Mengikuti Gaya Penulisan Jurnal

Kamu harus mengetahui gaya selingkung dari jurnal tujuan, seperti sistematika pembahasan mengikuti pola IMRAD (Introduction, Method, Result and Discussion) atau tidak, panjang naskah, transliterasi, perujukan dan lainnya. Jangan sampai kamu sudah menulis dan mengirimkan ke jurnal dengan pola IMRAD, ternyata jurnal tujuan tidak menggunakan pola tersebut dan memiliki template tersendiri.

Jika kamu telah mengikuti gaya selingkung ini, tentu editor akan tertarik. Terlebih jika judulmu sudah ada novelty dan sesuai dengan fokus dan scope keilmuan jurnal. Hal ini membuat pekerjaan editor jurnal menjadi ringan dan artikelmu menjadi prioritas untuk diteruskan ke reviewers.

5. Bahasa Readable untuk Audiens Jurnal Internasional

Pada tahapan ini, artikelmu sudah masuk wewenang reviewers. Bahasa yang digunakan sebaiknya dapat dikonsumsi audiens internasional, bukan pokoknya Bahasa Inggris yang terjemahannya semampu kita atau semampu Google. Tata Bahasa sebaiknya mengikuti aturan teknis keilmuan pada bidang jurnal tujuan, sehingga pengungkapan dan penyajiannya menjadi akademis.

Jika 5 aspek ini telah kamu kerjakan, hal terakhir yang bisa kamu lakukan adalah submit-lah jurnal lewat OJS, bukan e-mail ya!

Butuh bantuan Penyusunan dan Publikasi Jurnal? Kamu bisa ceritain masalahmu pada konsultan kami melalui admin berikut!
Yuk konsultasi sekarang! GRATIS

Butuh bantuan publikasi jurnal untuk penelitianmu? Percayakan pada Educativa! 

Educativa melayani bantuan publikasi jurnal ilmiah mulai dari jurnal nasional terakreditasi Sinta (1-6) hingga jurnal internasional terakreditasi Scopus (Q1-4).

Fasilitas dijamin terbaik dan terlengkap ya!

Artikel Terkait Lainnya

Malas Nugas? Teknik Pomodoro ini Bikin Skripsi Cepat Kelar!

Menjaga Fokus dengan Teknik Pomodoro Menjaga konsentrasi saat menyusun riset akademik memang susahnya minta ampun tanpa pengaplikasian teknik pomodoro. Faktanya, kita sering kehilangan fokus akibat dering notifikasi handphone saat asyik membaca literatur kampus. Akibatnya, progres pengerjaan analisis melambat dan target deadline pun meleset jauh. Oleh karena itu, siklus kehilangan fokus ini jelas membuat jadwal kelulusan skripsi makin molor. Kamu mungkin sudah menjajal aneka trik produktivitas, tetapi hasilnya sering kali masih nihil. Padahal, ritme kerja yang konsisten merupakan kunci utama agar kita bisa cepat lulus. Kini, ada satu metode time management andalan yang wajib banget kamu coba. Banyak orang mengenal jurus ini sebagai praktik manajemen waktu yang sudah terbukti luar biasa ampuh. Mari kita bedah tuntas cara kerja trik pengaturan jadwal ini agar skripsimu lekas rampung. Apa Itu Teknik Pomodoro? Sejarah Singkat Teknik Pomodoro Pada dasarnya, teknik pomodoro merupakan sistem manajemen waktu populer dari era delapan puluhan. Menariknya, seorang mahasiswa bernama Francesco Cirillo menciptakan konsep cemerlang ini karena ia juga sering kehilangan fokus. Ia merasa gelisah karena selalu membuang waktu belajarnya secara sia-sia. Selanjutnya, istilah pomodoro sendiri berasal dari kosakata bahasa Italia yang berarti buah tomat. Sang penemu ide menggunakan timer dapur berbentuk tomat saat sedang belajar. Untuk wawasan sejarah lebih […]

HRD Ogah Sama Si Kaku! 3 Solusi Gen Z Wawancara Kerja

Ironi Si Jago Kerja Saat Seleksi Menariknya, dunia profesional saat ini menyoroti fenomena gen z wawancara kerja yang cukup unik di lapangan. Faktanya, generasi masa kini sangat mahir bekerja, tetapi mereka sering mendadak gagap saat tahap seleksi. Oleh karena itu, para recruiter perusahaan sering mengeluhkan kondisi ironis dari pelamar muda ini. Secara teknis, kemampuan operasional kamu mungkin sangat luar biasa dan melampaui pelamar lainnya. Namun, kamu sering merasa lidah mendadak kelu dan otak menjadi kosong saat menatap penguji. Akibatnya, kegagalan saat sesi interview ini jelas sangat menghambat laju karir impianmu. Maka dari itu, kita harus segera mencari akar permasalahan dari fenomena karir unik ini. Selanjutnya, tulisan ini membedah tuntas alasan kandidat muda kerap tersandung pada tahap awal seleksi. Mari pelajari solusinya agar kamu sukses menembus gerbang perusahaan idaman dengan rasa percaya diri. Mengapa Gen Z Wawancara Kerja Sering Gagal? Dampak Kurangnya Interaksi Tatap Muka Sebagai seorang digital native, pemuda masa kini tumbuh besar bersama dominasi layar ponsel pintar. Faktanya, mereka lebih sering membangun interaksi komunikasi melalui ketikan teks atau pesan suara. Hal ini secara otomatis menumpulkan kemampuan komunikasi verbal mereka saat bertatap muka secara langsung. Selanjutnya, kamu wajib merespons berbagai pertanyaan rumit secara kilat saat memasuki ruang seleksi. Sayangnya, kita […]

AI untuk Analisis Data: Cara Lulus Cepat Tanpa Plagiarisme

Kehadiran AI untuk Analisis Data dalam Riset Faktanya, kehadiran artificial intelligence kini sukses mengubah kebiasaan mahasiswa saat menyusun riset akademik. Banyak mahasiswa mulai aktif mengoperasikan ai untuk analisis data secara harian. Sayangnya, mereka sering kali mengabaikan tanggung jawab moral saat memakai teknologi mutakhir tersebut. Tentu saja, kita sangat menginginkan naskah skripsi selesai jauh lebih cepat dari target. Namun, banyak mahasiswa belum menyadari batasan etika dalam penggunaan teknologi pintar tersebut. Padahal, pelanggaran etika penelitian pasti membuat dosen pembimbing menolak hasil risetmu mentah-mentah. Oleh karena itu, kamu wajib memahami cara mengoperasikan kecerdasan buatan secara aman dan etis. Selanjutnya, tulisan ini memandu kamu memakai ai untuk analisis data tanpa menabrak aturan baku kampus. Mari pelajari batasannya agar kamu senantiasa menjaga mutu penelitian dan validitasnya. Batasan Penggunaan AI untuk Analisis Data AI Sebagai Asisten, Bukan Pengganti Pada dasarnya, peran utama kecerdasan buatan murni berfungsi sebagai asisten digital saja. Kita sama sekali tidak boleh menyerahkan seluruh proses penghitungan kepada mesin. Sebaliknya, kamu harus selalu menjadi nakhoda utama yang mengambil setiap keputusan analitis. Menariknya, mesin canggih ini memang sangat jago merapikan dataset yang berantakan. Algoritmanya juga bekerja super kilat saat mendeteksi anomali pada deretan angka. Meskipun demikian, kewajiban memahami konteks penelitian secara mendalam tetap menjadi tugas […]
Ecosystem Map

Start Here — Pilih Jalur Risetmu

4 pilar Research SuperApp Educativa. Terhubung dari awal perumusan ide hingga terbit di jurnal bereputasi.

Learn

KelasRiset — 300+ materi video & pathway riset kurikulum lengkap.

Pelajari selengkapnya

Consult

EduMentor / EduResearch — bimbingan & konsultasi 1-on-1 expert.

Pelajari selengkapnya

Execute

EduStatistics / EduCourse — olah data & kursus analisis statistik.

Pelajari selengkapnya

Publish

EduPublisher — pendampingan submit & publikasi jurnal (SINTA–Scopus).

Pelajari selengkapnya
Lagi stuck di bagian ini?
Judul / Topik Riset Penyusunan Bab 1-3 Olah Data Statistik Publikasi Jurnal Ilmiah