Literature Review Bukan Sekedar List Judul, Kamu Harus Tau!

AD
Admin Educativa
Literature Review Bukan Sekedar List Judul, Kamu Harus Tau!

Tugas Kamu Membangun Argumen, Bukan Membuat List Judul!

Ketika menulis literature review, bagian mana yang kamu ambil dari karya tulis ilmiah? Beberapa peneliti memahami literature review sebagai literatur yang akan digunakan atau literatur yang telah diterbitkan terkait penelitiannya. Hal ini membuat peneliti hanya mencantumkan list judul dan nama penulis literatur, namun tidak menambahkan penjelasan apapun atau tidak menganalisis literatur tersebut.

Sebelum terjun lebih jauh, kita pahami dulu pengertian dari literature review atau telaah pustaka, yuk!

Apa yang Dimaksud dengan Literature Review?

Literature review adalah karya tulis akademik yang menjabarkan pengetahuan dan pemahaman literatur akademik tentang suatu topik yang ditempatkan dalam konteks tertentu. Literature review juga mencakup evaluasi kritis terhadap materi. Oleh karena itu, proses ini tidak disebut sebagai literature report, melainkan literature review yaitu proses peninjauan. Mengutip dari Dena Taylor:

Literature review adalah bagian dari prosa diskursif, bukan daftar yang menggambarkan atau meringkas satu demi satu bagian dari literatur. Biasanya merupakan pertanda buruk untuk melihat setiap paragraf (Literature review) dimulai dengan nama seorang peneliti (tumpukan list judul artikel). Lebih baik, atur literature review menjadi bagian-bagian yang menyajikan tema atau mengidentifikasi tren, termasuk teori yang relevan. Anda tidak mencoba untuk membuat daftar semua materi yang diterbitkan, namun mencoba untuk mensintesis dan mengevaluasinya sesuai dengan konsep panduan pertanyaan penelitian Anda.

Dena Taylor

Dosen favorit penulis, lulusan S3 Orientalisches Seminar dari University of Freiburg menggambarkan literatur review ini sebagai tumpukan batu-bata. Kita dapat memposisikan penelitian kita, yaitu batu-bata baru diantara penelitian terdahulu yaitu batu-bata yang telah tersusun rapi. Dari sini dapat digambarkan apakah kita meletakkan penelitian di tumpukan teratas? Meletakkan pada tempat yang sudah terisi (mengulang pembahasan)? Atau mengisi potongan batu-bata yang patah atau bahkan mengisi kekosongan batu-bata yang telah disusun dengan kokoh?

Apa Elemen Utama yang Harus Ditulis dalam Literature Review?

Elemen utama adalah membuat sintesis, proses ini mengintegrasikan hasil analisis literatur dari sudut pandang perbedaan dan kesamaan yang kemudian dibuat kesimpulan atau interpretasi.

Dosen favorit penulis mengatakan “Penelitian ilmiah memiliki beberapa tingkatan, memang literature review ini sebenarnya cukup kompleks, bahkan saya menemukan Mahasiswa S3 ketika menulis literature review untuk disertasinya pun seringkali gagal dalam menulis sintesis yaitu mengkomunikasikan artikel satu dengan lainnya. Untuk pembuatan literature review S1, sudah cukup dengan melihat rumusan masalah, teori dan kesimpulan yang kemudian dijelaskan analisis perbedaan atau novelty dari penelitiannya.

Tumpukan Buku untuk Literature Review
Image from Unsplash.com

Bagaimana Cara Menyusun Literature Review?

Bagaimana cara membuat Literature Review untuk S1? Ada beberapa hal pokok yang akan dianalisis dari suatu karya tulis ilmiah sebagai berikut:

Rumusan Masalah, pertanyaan penelitian didasarkan pada preliminary research, kebutuhan dan teori, hal ini mengarahkan segala sesuatu yang akan dilakukan untuk menjawab rumusan masalah seperti jenis analisis yang dilakukan. Metode atau Kerangka Teori, kerangka teori ini gunanya untuk memandu peneliti menyusun instrumen penelitian serta berguna juga sebagai pisau analisis data. Kesimpulan, hasil temuan dari masalah akademik yang diangkat peneliti atau jawaban dari rumusan masalah terdapat pada bagian ini.

Rumusan masalah, kerangka teori dan kesimpulan dari satu atau dua karya tulis akademik ini dapat kamu rangkum dalam satu paragraf. Penyusunan paragraf ini disusun berdasarkan tahun awal hingga tahun akhir terbitnya karya tulis akademik.

Setelah tersusun dengan rapi, di akhir kamu akan memberikan argumen terkait persamaan yang ditemukan dan perbedaan masing-masing literatur yang tidak ditemukan pada literatur yang lain. Argumen ini ditutup dengan alasan mengapa penelitian yang kamu ajukan layak untuk diteliti berdasarkan analisis terhadap literatur lainnya.

Jika masih memiliki kendala dalam penyusunan literature review, kamu dapat menghubungi konsultan Educativa untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Atau dengan klik tombol berikut!

Kamu punya pendapat lain tentang literature review? Yuk tulis di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya

Malas Nugas? Teknik Pomodoro ini Bikin Skripsi Cepat Kelar!

Menjaga Fokus dengan Teknik Pomodoro Menjaga konsentrasi saat menyusun riset akademik memang susahnya minta ampun tanpa pengaplikasian teknik pomodoro. Faktanya, kita sering kehilangan fokus akibat dering notifikasi handphone saat asyik membaca literatur kampus. Akibatnya, progres pengerjaan analisis melambat dan target deadline pun meleset jauh. Oleh karena itu, siklus kehilangan fokus ini jelas membuat jadwal kelulusan skripsi makin molor. Kamu mungkin sudah menjajal aneka trik produktivitas, tetapi hasilnya sering kali masih nihil. Padahal, ritme kerja yang konsisten merupakan kunci utama agar kita bisa cepat lulus. Kini, ada satu metode time management andalan yang wajib banget kamu coba. Banyak orang mengenal jurus ini sebagai praktik manajemen waktu yang sudah terbukti luar biasa ampuh. Mari kita bedah tuntas cara kerja trik pengaturan jadwal ini agar skripsimu lekas rampung. Apa Itu Teknik Pomodoro? Sejarah Singkat Teknik Pomodoro Pada dasarnya, teknik pomodoro merupakan sistem manajemen waktu populer dari era delapan puluhan. Menariknya, seorang mahasiswa bernama Francesco Cirillo menciptakan konsep cemerlang ini karena ia juga sering kehilangan fokus. Ia merasa gelisah karena selalu membuang waktu belajarnya secara sia-sia. Selanjutnya, istilah pomodoro sendiri berasal dari kosakata bahasa Italia yang berarti buah tomat. Sang penemu ide menggunakan timer dapur berbentuk tomat saat sedang belajar. Untuk wawasan sejarah lebih […]

HRD Ogah Sama Si Kaku! 3 Solusi Gen Z Wawancara Kerja

Ironi Si Jago Kerja Saat Seleksi Menariknya, dunia profesional saat ini menyoroti fenomena gen z wawancara kerja yang cukup unik di lapangan. Faktanya, generasi masa kini sangat mahir bekerja, tetapi mereka sering mendadak gagap saat tahap seleksi. Oleh karena itu, para recruiter perusahaan sering mengeluhkan kondisi ironis dari pelamar muda ini. Secara teknis, kemampuan operasional kamu mungkin sangat luar biasa dan melampaui pelamar lainnya. Namun, kamu sering merasa lidah mendadak kelu dan otak menjadi kosong saat menatap penguji. Akibatnya, kegagalan saat sesi interview ini jelas sangat menghambat laju karir impianmu. Maka dari itu, kita harus segera mencari akar permasalahan dari fenomena karir unik ini. Selanjutnya, tulisan ini membedah tuntas alasan kandidat muda kerap tersandung pada tahap awal seleksi. Mari pelajari solusinya agar kamu sukses menembus gerbang perusahaan idaman dengan rasa percaya diri. Mengapa Gen Z Wawancara Kerja Sering Gagal? Dampak Kurangnya Interaksi Tatap Muka Sebagai seorang digital native, pemuda masa kini tumbuh besar bersama dominasi layar ponsel pintar. Faktanya, mereka lebih sering membangun interaksi komunikasi melalui ketikan teks atau pesan suara. Hal ini secara otomatis menumpulkan kemampuan komunikasi verbal mereka saat bertatap muka secara langsung. Selanjutnya, kamu wajib merespons berbagai pertanyaan rumit secara kilat saat memasuki ruang seleksi. Sayangnya, kita […]

AI untuk Analisis Data: Cara Lulus Cepat Tanpa Plagiarisme

Kehadiran AI untuk Analisis Data dalam Riset Faktanya, kehadiran artificial intelligence kini sukses mengubah kebiasaan mahasiswa saat menyusun riset akademik. Banyak mahasiswa mulai aktif mengoperasikan ai untuk analisis data secara harian. Sayangnya, mereka sering kali mengabaikan tanggung jawab moral saat memakai teknologi mutakhir tersebut. Tentu saja, kita sangat menginginkan naskah skripsi selesai jauh lebih cepat dari target. Namun, banyak mahasiswa belum menyadari batasan etika dalam penggunaan teknologi pintar tersebut. Padahal, pelanggaran etika penelitian pasti membuat dosen pembimbing menolak hasil risetmu mentah-mentah. Oleh karena itu, kamu wajib memahami cara mengoperasikan kecerdasan buatan secara aman dan etis. Selanjutnya, tulisan ini memandu kamu memakai ai untuk analisis data tanpa menabrak aturan baku kampus. Mari pelajari batasannya agar kamu senantiasa menjaga mutu penelitian dan validitasnya. Batasan Penggunaan AI untuk Analisis Data AI Sebagai Asisten, Bukan Pengganti Pada dasarnya, peran utama kecerdasan buatan murni berfungsi sebagai asisten digital saja. Kita sama sekali tidak boleh menyerahkan seluruh proses penghitungan kepada mesin. Sebaliknya, kamu harus selalu menjadi nakhoda utama yang mengambil setiap keputusan analitis. Menariknya, mesin canggih ini memang sangat jago merapikan dataset yang berantakan. Algoritmanya juga bekerja super kilat saat mendeteksi anomali pada deretan angka. Meskipun demikian, kewajiban memahami konteks penelitian secara mendalam tetap menjadi tugas […]
Ecosystem Map

Start Here — Pilih Jalur Risetmu

4 pilar Research SuperApp Educativa. Terhubung dari awal perumusan ide hingga terbit di jurnal bereputasi.

Learn

KelasRiset — 300+ materi video & pathway riset kurikulum lengkap.

Pelajari selengkapnya

Consult

EduMentor / EduResearch — bimbingan & konsultasi 1-on-1 expert.

Pelajari selengkapnya

Execute

EduStatistics / EduCourse — olah data & kursus analisis statistik.

Pelajari selengkapnya

Publish

EduPublisher — pendampingan submit & publikasi jurnal (SINTA–Scopus).

Pelajari selengkapnya
Lagi stuck di bagian ini?
Judul / Topik Riset Penyusunan Bab 1-3 Olah Data Statistik Publikasi Jurnal Ilmiah