Solusi Pencarian Data Primer atau Sekunder Untuk Penelitianmu

AD
Admin Educativa
Solusi Pencarian Data Primer atau Sekunder Untuk Penelitianmu

Kamu kesulitan mencari responden atau narasumber untuk penelitianmu? Atau butuh bantuan tabulasi data sekunder untuk skripsi/tesismu?

Percayakan pada Educativa!

Apa pentingnya data penelitian?

Data merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Data adalah hasil pencatatan penelitian, baik yang berupa fakta ataupun angka. Umumnya, data penelitian dibagi menjadi 2 (dua), yaitu data primer dan data sekunder.

Perbedaan data primer dan sekunder dapat dilihat dari sifat, proses, dan sumber datanya.

Data primer

Data primer adalah jenis data yang dikumpulkan secara langsung dari sumber utamanya. Data primer biasanya selalu bersifat spesifik karena disesuaikan oleh kebutuhan peneliti.

Sumber data primer adalah responden atau objek penelitiannya langsung. Sehingga, peneliti bisa terjun mengamati dan menulis jawaban langsung dari objek penelitian. Teknik pengumpulan data primer ini bisa didapatkan dengan beberapa cara seperti melalui kuesioner, wawancara langsung, atau survei. Contoh data primer adalah data responden atau narasumber.

Data sekunder

Berbeda dengan data primer, data sekunder merupakan berbagai informasi yang telah ada sebelumnya dan dengan sengaja dikumpulkan oleh peneliti yang digunakan untuk melengkapi kebutuhan data penelitian.

Biasanya, data sekunder dapat berupa diagram, grafik, atau tabel sebuah informasi penting seperti data sensus penduduk, data laporan keuangan perusahaan, dan lain-lain.

Percayakan Kebutuhan Pencarian Datamu di Educativa

Educativa melayani pencarian data primer seperti responden atau narasumber penelitian, serta pencarian data sekunder seperti variabel laporan keuangan perusahaan go public (BEI), pencarian data penduduk, ekonomi, ketenagakerjaan, dan berbagai jenis data lainnya yang diperlukan untuk menunjang penelitian.

Data dijamin 100% VALID dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya ya!

BAGAIMANA SISTEMNYA?
Educativa memiliki tim Konsultan pencari data yang tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki akses data tertentu yang sekiranya dibutuhkan untuk kebutuhan riset/penelitian.
Sehingga, jenis data apapun yang kamu butuhkan, Educativa siap memberikan pencerahan!

Apa Saja Fasilitasnya?
Fasilitas pencarian data di Educativa dijamin terbaik dan terlengkap. Berikut rinciannya:

  • Free tabulasi data dalam Excel hingga data siap olah
  • Untuk data primer, dapat request kriteria tertentu untuk responden yang dibutuhkan
  • Untuk data sekunder, dapat request jumlah sampel atau perusahaan berdasarkan kategori tertentu, serta jumlah rentang tahun yang dibutuhkan (misalnya 5 tahun terakhir, 10 tahun terakhir, dan seterusnya)
  • Support data dari IDX/BEI (Bursa Efek Indonesia), OJK (Otoritas Jasa Keuangan), BPS (Badan Pusat Statistik), dan lainnya
  • Garansi data valid dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya

Tunggu apalagi? Yuk percayakan pada ahlinya! Hubungi Educativa sekarang!

Artikel Terkait Lainnya

Malas Nugas? Teknik Pomodoro ini Bikin Skripsi Cepat Kelar!

Menjaga Fokus dengan Teknik Pomodoro Menjaga konsentrasi saat menyusun riset akademik memang susahnya minta ampun tanpa pengaplikasian teknik pomodoro. Faktanya, kita sering kehilangan fokus akibat dering notifikasi handphone saat asyik membaca literatur kampus. Akibatnya, progres pengerjaan analisis melambat dan target deadline pun meleset jauh. Oleh karena itu, siklus kehilangan fokus ini jelas membuat jadwal kelulusan skripsi makin molor. Kamu mungkin sudah menjajal aneka trik produktivitas, tetapi hasilnya sering kali masih nihil. Padahal, ritme kerja yang konsisten merupakan kunci utama agar kita bisa cepat lulus. Kini, ada satu metode time management andalan yang wajib banget kamu coba. Banyak orang mengenal jurus ini sebagai praktik manajemen waktu yang sudah terbukti luar biasa ampuh. Mari kita bedah tuntas cara kerja trik pengaturan jadwal ini agar skripsimu lekas rampung. Apa Itu Teknik Pomodoro? Sejarah Singkat Teknik Pomodoro Pada dasarnya, teknik pomodoro merupakan sistem manajemen waktu populer dari era delapan puluhan. Menariknya, seorang mahasiswa bernama Francesco Cirillo menciptakan konsep cemerlang ini karena ia juga sering kehilangan fokus. Ia merasa gelisah karena selalu membuang waktu belajarnya secara sia-sia. Selanjutnya, istilah pomodoro sendiri berasal dari kosakata bahasa Italia yang berarti buah tomat. Sang penemu ide menggunakan timer dapur berbentuk tomat saat sedang belajar. Untuk wawasan sejarah lebih […]

HRD Ogah Sama Si Kaku! 3 Solusi Gen Z Wawancara Kerja

Ironi Si Jago Kerja Saat Seleksi Menariknya, dunia profesional saat ini menyoroti fenomena gen z wawancara kerja yang cukup unik di lapangan. Faktanya, generasi masa kini sangat mahir bekerja, tetapi mereka sering mendadak gagap saat tahap seleksi. Oleh karena itu, para recruiter perusahaan sering mengeluhkan kondisi ironis dari pelamar muda ini. Secara teknis, kemampuan operasional kamu mungkin sangat luar biasa dan melampaui pelamar lainnya. Namun, kamu sering merasa lidah mendadak kelu dan otak menjadi kosong saat menatap penguji. Akibatnya, kegagalan saat sesi interview ini jelas sangat menghambat laju karir impianmu. Maka dari itu, kita harus segera mencari akar permasalahan dari fenomena karir unik ini. Selanjutnya, tulisan ini membedah tuntas alasan kandidat muda kerap tersandung pada tahap awal seleksi. Mari pelajari solusinya agar kamu sukses menembus gerbang perusahaan idaman dengan rasa percaya diri. Mengapa Gen Z Wawancara Kerja Sering Gagal? Dampak Kurangnya Interaksi Tatap Muka Sebagai seorang digital native, pemuda masa kini tumbuh besar bersama dominasi layar ponsel pintar. Faktanya, mereka lebih sering membangun interaksi komunikasi melalui ketikan teks atau pesan suara. Hal ini secara otomatis menumpulkan kemampuan komunikasi verbal mereka saat bertatap muka secara langsung. Selanjutnya, kamu wajib merespons berbagai pertanyaan rumit secara kilat saat memasuki ruang seleksi. Sayangnya, kita […]

AI untuk Analisis Data: Cara Lulus Cepat Tanpa Plagiarisme

Kehadiran AI untuk Analisis Data dalam Riset Faktanya, kehadiran artificial intelligence kini sukses mengubah kebiasaan mahasiswa saat menyusun riset akademik. Banyak mahasiswa mulai aktif mengoperasikan ai untuk analisis data secara harian. Sayangnya, mereka sering kali mengabaikan tanggung jawab moral saat memakai teknologi mutakhir tersebut. Tentu saja, kita sangat menginginkan naskah skripsi selesai jauh lebih cepat dari target. Namun, banyak mahasiswa belum menyadari batasan etika dalam penggunaan teknologi pintar tersebut. Padahal, pelanggaran etika penelitian pasti membuat dosen pembimbing menolak hasil risetmu mentah-mentah. Oleh karena itu, kamu wajib memahami cara mengoperasikan kecerdasan buatan secara aman dan etis. Selanjutnya, tulisan ini memandu kamu memakai ai untuk analisis data tanpa menabrak aturan baku kampus. Mari pelajari batasannya agar kamu senantiasa menjaga mutu penelitian dan validitasnya. Batasan Penggunaan AI untuk Analisis Data AI Sebagai Asisten, Bukan Pengganti Pada dasarnya, peran utama kecerdasan buatan murni berfungsi sebagai asisten digital saja. Kita sama sekali tidak boleh menyerahkan seluruh proses penghitungan kepada mesin. Sebaliknya, kamu harus selalu menjadi nakhoda utama yang mengambil setiap keputusan analitis. Menariknya, mesin canggih ini memang sangat jago merapikan dataset yang berantakan. Algoritmanya juga bekerja super kilat saat mendeteksi anomali pada deretan angka. Meskipun demikian, kewajiban memahami konteks penelitian secara mendalam tetap menjadi tugas […]
Ecosystem Map

Start Here — Pilih Jalur Risetmu

4 pilar Research SuperApp Educativa. Terhubung dari awal perumusan ide hingga terbit di jurnal bereputasi.

Learn

KelasRiset — 300+ materi video & pathway riset kurikulum lengkap.

Pelajari selengkapnya

Consult

EduMentor / EduResearch — bimbingan & konsultasi 1-on-1 expert.

Pelajari selengkapnya

Execute

EduStatistics / EduCourse — olah data & kursus analisis statistik.

Pelajari selengkapnya

Publish

EduPublisher — pendampingan submit & publikasi jurnal (SINTA–Scopus).

Pelajari selengkapnya
Lagi stuck di bagian ini?
Judul / Topik Riset Penyusunan Bab 1-3 Olah Data Statistik Publikasi Jurnal Ilmiah